Kajian Rutin Kamis Malam Jum'at bersama K.H Ahmad Djuz'an
Apa yang anda ketahui tentang bulan sya'ban atau dalam bahasa jawa dibulan ruwah(bulannya para arwah) boleh aja kita menyebutnya seperti itu...
Sya'ban??? Para sahabat menjawab yang tau hanya Rasulullah SAW dan Allah SWT.. dr ussammah bin zaid (ibnu uzaimah) rasulullah SAW berkata bulan sya'aban adl bulan yang orang pada umumnya melupakan diantara bulan rojab dan bulan romadhon..
Karena ketika bulan rojab kita dingatkn dengan peristiwa Isra' Mi'raj dan dibulan romadhan kita diingatkan dengan kewajiban untuk menahan nafsu yaitu dengan berpuasa, ada juga peristiwa Nuzulul Qur'an dan juga ada suatu malam yg sangat istimewa yaitu malam Lailatul Qodar. Tapi dibulan sya'ban kita melupakan suatu hal yang justru disitu ada hal yang tidak kalah penting dengan bulan yang lain, yaitu amalan yang kita perbuat akan dtumpuk/dserahkan kpd Allah SWT (penutupan buku amal kita)..
Dalamm kitab ibnu majjah (syafi'atun najjah) pada suatu malam nisfu Sya'ban Rasulullah didatangi malaikat jibril ia berkata pada malam nisfu sya'ban Rasulullah diperintahkan untuk memperbanyak beribadah, mengangkat tangan untuk berdo'a kepada Allah SWT karena pada malam itu adalah malam istimewa selain malam Lailatul Qodar. Allah SWT menurnkan 300 karohmatan(kebaikan) maka dari itu berbanyaklah untuk bermunajah kepada Allah SWT karena do'a yg kita panjatkan akan dikabulkan Allah SWT..
Dibulan sya'ban ada tradisi jawa yang juga kita tidak boleh tinggalkan yang disebut Sadranan.. Dalam kajian kali ini Maksud dari Sadranan adalah mendoa'an.. Sadranan berasal dr kata Shodaro Yasduru Sadran yang artinya tepuklah hatimu bahwa kamu ada itu berkat siapa? Tanpa orang terdahulu yang berjuang dan berjasa untuk kita. Kita tidak mungkin ada hingga saat ini.. Sadranan itu dimaksudkan untuk mengigatkn kita atau membalas budi kepada para terdahulu dengan cara Mendo'akan bersama. Ya dzikir tahlil (tahlillan) atau dengan mendo'akan dg membaca Al-Qur'an atau dg bersedekah mengeluarkan sedikit/sebagian harta kita.
Ada juga Tradisi dalam Sadranan kenapa ada nasi yg berbentuk tumpeng, kenapa ada pisang, dan apem dll???
Dalam kajian ini Romo K.H Ahmad Djuz'an menjelaskan bahwasannya "semua itu adalah simbol orang jawa yang scr tidak langsung diungkapkan.. Tumpeng (nasi yg dibentuk seperti gunung) maksudnya dlm bhs Jawa Tuntunan o dalan sing lempeng (ikutilah jalan yang Lurus) maksdunya dlm surat Al- Fatikah ayat 7
-Pisang. : menandakan pisang itu seperti hati kita.. Pisang berawal dr sebuah jantung (pisang) yg berbentuk seperti hati dan mempunyai warna seperti hati.. ketika berbuah maka akan menghasilkan buah yang dluar bisa kotor tapi didalam buah pisang bersih tanpa noda itu lah mendanakan hati kita ada yang baik ada yang buruk.
- Apem : adl makanan yg terbuat dari tepung yang dicampur sedikit irisan kelapa lalu digoreng orang jawa menyebutnya Apem.. itu berasal dr kata Affun (minta maaf) krn orang jawa lidahnya sulit berbicara bahasa arab.. krn orang jawa tipe lidah yang suka Onde_onde, Tempe, wa Ote_ote wkwkwkwk :D
Dari kajian diatas bisa kita pelajari bahwa kita tidak boleh melupakan orang yg sudah meninggal, meski sudah meninggal kita mempunyai hubungan batiniyahnya dengan orng tsb. Apa lagi melupakan orang tua kita Jangan sampai kita melupakan orang tua kita karena berkat mereka kita ada.. Mendo'akan orng yg sudah meninggal hukumnya boleh jika tidak dibolehkan kenapa ada kewajiban Sholat Jenazah dan dalill yang lainnya ada yang menjelaskan..
#Orang yang mempunyai ilmu maka allah akan meninggikan derajatnya :D
Sekian dulu Terima kasih write: Andrea Hermawan










