

Katan Pelajar Nahdatul Ulama
(IPNU)
Ikatan Pelajar Putri
Nahdatul Ulama (IPPNU)
Sekretariat : ISLAMIC CENTER NU,
Jl. Juwiring – Serenan KM 1 Juwiring, Klate
Contact person : 085799281089, 085701105205
Contact person : 085799281089, 085701105205
Lahirnya organisasi kaum muda atau generasi muda dalam
sejarah NU tak bias dipungkiri dimulai dari sejarah yang telah ditorehkan para
pendahulu kita yang memiliki kesadaran kolektif yang dimanifestasikan dalam
wadah organisasi,bias di ambil contoh : pada tahun 1916 KH.wachab hasbulloh
mendirikan Nahdhatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air)di Surabaya yang yang
menjadi madrasah kawah candradimuka para generasi muda pada masa itu,pada tahun
1918 didirikan Nahdlatul Tujjar (Kebangkitan Ekonomi Para Pedagang) di Ampel
dan tahun 1919 juga telah berdiri Taswirul Afkar (Pencerahan Pemikiran) yang
kesemuanya ini adalah menjadi embrio cikal bakal lahirnya Nahdhstul Ulama.
Bisa di ambil analisa sejarah bahwa pergerakan kaum muda
pelajar juga menjadi bagian berdirinya IPNU-IPPNU diantara wadah pelajar yang
telah tumbuh pada masa itu yaitu:Persatuan santri Nahdhatul Oelama
(Persano),Perasatusan Moerid NO (PAMNO)
di malang 1939 ,Persatuan Pelajar NO (Perpeno) di Kediri 1954 .hanya saja organ
–organ tersebut belum terkonsolidir secara nasional ,sehingga corak dan watak
gerakannya masih bersifat lokal . Yang menyatukan mereka adalah imajinasi
kolektif yang dibentuk dari tradisi keagamaan sunni yang sama. Pada titik
inilah muncul kepeloporan gerakan yang hendak membangunn jembatan pergerakan
antar organ tersebut. Maka tampillah M. Sufyan Cholil ( Mahasiswa UGM
Yogyakarta0, H. Musthofa (Solo) dan Abdul Ghoni Farida ( Semarang) yang membawa
gagasan progresif yang disampaikan dalam Kongres PB Ma’arif pada Februari 1954. Gayung bersambut, sehingga gagasan itu
diakomodir untuk dijadikan agenda pembahasan siding, akhirnya Kongres PB
Ma’arif Semarang mengesahkan berdirinya Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama
(IPNU) pada tanggal 24 Februari 1954/ 30 Jumadil Akhir 1373 H
Sebagai tindak lanjut
konsolidasi organisasi pun dilaksanakan . Para pelopor tersebut lalu
menyelenggarakan Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo, Jombang dan
Kediri. Konferensi ini berhasil merumuskan asas organisasi (ASWAJA), Tujuan
Organisasi Yaitu Mengemban risalah islamiyah mendorong kualitas pendidikan dan
mengkonsolidir pelajar. Hasil konsolidasi ini lalu dibawa dalam Mukhtamar NU ke-20 di Surabaya 1954, dan disahkan PBNU
sebagai satu-satunya organisasi pelajar putra dalam naungan NU. Ikatan Pelajar
Nahdatul Ulama ( IPNU) merupakan salah satu badan otonom NU yang menghimpun
para pelajar putra, sedangkan Ikatan
Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) adalah badan otonom NU yang menghimpun
para pelajar putri.
Arti Lambang IPNU ( BAB V Pasal 8
Peraturan Dasar IPNU)
1.
Warna
Hijau : Subur, Warna Kuning : Hikmah yang tinggi, Warna
Putih : Suci, Warna Kuning diantara Putih
: Hikmah dan cita-cita tinggi
2. Bentuk Bulat : Kontinyu/terus
menerus
3. Titik tiga diantara kata I.P.N.U :
Iman, Islam, dan Ihsan
4. Enam strip mengapit huruf IPNU : Rukun Iman
5. Bintang : ketinggian cita-cita
6. Sembilan bintang :
Lambang keluarga NU yaitu
·
Lima
bintang diatas yan satu besar ditengah : Nabi Muhammad SAW, yang empat kanan
kiri : Khulafaur Rasyidin
·
Empat
Bintang dibawah ; Madzhab empat
7. Dua Kitab : Alqur’an dan Hadist
8. Bulu : Lambang IPNU, Dua Bulu angsa bersilang :
sintesa antara ilmu umum dan ilmu agama
9. Sudut bintang lima : Rukun Islam
Arti Lambang IPPNU (BAB I Pasal 1 Pengaturan Rumah Tangga (IPPNU)
Arti Lambang IPPNU (BAB I Pasal 1 Pengaturan Rumah Tangga (IPPNU)
1. Warna Hijau : Subur, Warna Kuning :
Hikmah yang tinggi, Warna Putih : Suci, Warna Kuning diantara Putih : Hikmah
dan cita-cita tinggi
2. Bentuk Segitiga : Iman, Islam dan Ihsan
3. Dua buah garis mengapit warna kuning : Dua kalimat Syahadat
4. Bintang : ketinggian cita-cita
5. Sembilan bintang : Lambang keluarga NU yaitu
·
Lima
bintang diatas yan satu besar ditengah : Nabi Muhammad SAW, yang empat kanan
kiri : Khulafaur Rasyidin
·
Empat
Bintang dibawah ; Madzhab empat
6. Dua Kitab : Alqur’an dan Hadist
7. Bulu :
Lambang IPNU, Dua bunga Melati : Perempuan dengan kebersihan pikiran dan
kesucian hatinya memadukan dua unsure
ilmu pengetahuan umum dan agama.
8. Sudut bintang
lima : Rukun Islam
IPNU-IPPNU sebagai perangkat dan badan otonom Nahdlotul Ulama’, secara kelembagaan memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan badan-badan otonom lain, yaitu memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan Nahdlotul Ulama’, khususnya yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu. Masing-masing badan otonom hanya dapat dibedakan dengan melihat orientasi target group (kelompok binaan) dan bidang garapan masing-masing.
2. Ekstern
IPNU-IPPNU adalah bagian dari generasi muda Indonesia, yang memiliki tanggungjawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan Negara republic Indonesia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita perjuangan Nahdlotul Ulama’ serta cita-cita bangsa Indonesia.
3. Fungsi
IPNU-IPPNU berfungsi sebagai :
Wadah berhimpun putra dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk melanjutkan semangat dan nilai-nilai Nahdliyah.
Wadah komunikasi pura dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk menggalang ukhuwah Islamiyah dan mengembangkan syari’at Islam.
Wadah kaderisasi putra dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
Wadah aktualisasi Putra dan Putri NU dalam pelaksanaan dan pengembangan syari’at Islam.
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran panggilan dan pembinaan (target group) IPNU-IPPNU adalah setiap putra dan putri bangsa yang syarat keanggotaan, sebagaimana ketentuan dalam PD dan PRT IPNU-IPPNU.
E. Sikap dan Nilai
Sikap dan nilai-nilai yang harus dikembangkan anggota IPNU-IPPNU adalah sikap dasar keagamaan dan nilai-nilai yang bersumber dari sikap kemasyarakatan Nahdlotul Ulama’ yaitu :
Menjunjung tinggi nilai-nilai maupun norma-norma ajaran Islam
Mendahulukan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi
Menjunjung tinggi sikap keikhlasan dalam berkhidmat dan berjuang
Menjunjung tinggi persaudaraan (al-Ukhuwah), persatuan (al-Ittihad) serta kasih mengasihi
Meluhurkan kemuliaan moral (al-Akhlakul Karimah) dan menjunjung tinggi kejujuran (ash-Shidqu) dalam berpikir,bersikap dan bertindak
Menjunjung tinggi kesetiaan (loyalitas) kepada agama, bangsa dan Negara
Menjunjung tinggi nilai-nilai amal, kerja dan prestasi sebagai bagian dari ibadah sebagai ibadah kepada Allah SWT
Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan ahli-ahlinya dan selalu bersikap untuk menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan manusia.
Posisi IPNU-IPPNU
1 . InternIPNU-IPPNU sebagai perangkat dan badan otonom Nahdlotul Ulama’, secara kelembagaan memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan badan-badan otonom lain, yaitu memiliki tugas utama melaksanakan kebijakan Nahdlotul Ulama’, khususnya yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu. Masing-masing badan otonom hanya dapat dibedakan dengan melihat orientasi target group (kelompok binaan) dan bidang garapan masing-masing.
2. Ekstern
IPNU-IPPNU adalah bagian dari generasi muda Indonesia, yang memiliki tanggungjawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan Negara republic Indonesia dan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya dan cita-cita perjuangan Nahdlotul Ulama’ serta cita-cita bangsa Indonesia.
3. Fungsi
IPNU-IPPNU berfungsi sebagai :
Wadah berhimpun putra dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk melanjutkan semangat dan nilai-nilai Nahdliyah.
Wadah komunikasi pura dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk menggalang ukhuwah Islamiyah dan mengembangkan syari’at Islam.
Wadah kaderisasi putra dan putri Nahdlotul Ulama’ untuk mempersiapkan kader-kader bangsa.
Wadah aktualisasi Putra dan Putri NU dalam pelaksanaan dan pengembangan syari’at Islam.
Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran panggilan dan pembinaan (target group) IPNU-IPPNU adalah setiap putra dan putri bangsa yang syarat keanggotaan, sebagaimana ketentuan dalam PD dan PRT IPNU-IPPNU.
E. Sikap dan Nilai
Sikap dan nilai-nilai yang harus dikembangkan anggota IPNU-IPPNU adalah sikap dasar keagamaan dan nilai-nilai yang bersumber dari sikap kemasyarakatan Nahdlotul Ulama’ yaitu :
Menjunjung tinggi nilai-nilai maupun norma-norma ajaran Islam
Mendahulukan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi
Menjunjung tinggi sikap keikhlasan dalam berkhidmat dan berjuang
Menjunjung tinggi persaudaraan (al-Ukhuwah), persatuan (al-Ittihad) serta kasih mengasihi
Meluhurkan kemuliaan moral (al-Akhlakul Karimah) dan menjunjung tinggi kejujuran (ash-Shidqu) dalam berpikir,bersikap dan bertindak
Menjunjung tinggi kesetiaan (loyalitas) kepada agama, bangsa dan Negara
Menjunjung tinggi nilai-nilai amal, kerja dan prestasi sebagai bagian dari ibadah sebagai ibadah kepada Allah SWT
Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan ahli-ahlinya dan selalu bersikap untuk menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan manusia.
Setelah Melakukan analisa tentang Sejarah beserta identitas
organisasi IPNU IPPNU. Diharapkan bias menjadi jembatan awal untuk memahami dan
berperan aktif dalam salah satu bagian organisasi pengkaderan yang ada di dalam
Nahdatul Ulama khususnya di tingkat pelajar sebagai Kader Generasi Muada awal
NU yang kreatif, aktif, kritis dan membumi.
JIKA
BUKAN KITA YANG MELAKUKAN SIAPA LAGI KAWAN?????????






0 comments:
Post a Comment